Pengajian Bulanan STIQ Amuntai

 

 

Dalam rangka
memperkuat nilai-nilai keislaman serta meningkatkan kualitas spiritual sivitas
akademika, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) menyelenggarakan
kegiatan pengajian rutin bulanan yang diikuti oleh dosen, tenaga
kependidikan, mahasiswa, serta masyarakat sekitar kampus pada hari kamis, 11
juni 2026
. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda pembinaan keagamaan
yang dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai upaya mempererat ukhuwah
Islamiyah sekaligus memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam. Pada
kesempatan tersebut, STIQ menghadirkan KH. Fahruddin Nur, yang dikenal
sebagai Guru Tungkal, sebagai narasumber utama untuk menyampaikan
tausiah keagamaan.

 

Acara berlangsung
dengan penuh kekhidmatan sejak awal hingga akhir. Kegiatan diawali dengan
pembacaan Kitab Aqidatul Awam, sebuah kitab yang berisi dasar-dasar
akidah Islam yang menjadi pedoman bagi umat Islam dalam memahami keimanan yang
benar. Pembacaan kitab tersebut dipimpin oleh Ustadz Imam Dhia Ul Islam,
M.Pd
, salah satu dosen STIQ 
Amuntai yang selama ini aktif dalam kegiatan pembinaan
keagamaan di lingkungan kampus. Para peserta mengikuti pembacaan kitab dengan
penuh perhatian sebagai bentuk penguatan akidah sekaligus pengingat akan
pentingnya menjaga keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah pembacaan Aqidatul
Awam
, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan qasidah “Ya Arhamar
Rahimin”
yang juga dipimpin oleh Ustadz Imam Dhia Ul Islam, M.Pd.
Lantunan qasidah yang penuh makna tersebut menciptakan suasana yang tenang,
syahdu, dan penuh kekhusyukan. Seluruh peserta larut dalam lantunan pujian dan
doa kepada Allah Swt., sehingga semakin mempersiapkan hati untuk menerima
nasihat dan ilmu yang akan disampaikan dalam tausiah. Momentum ini juga menjadi
sarana memperkuat kecintaan kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw. melalui
lantunan syair-syair Islami yang menyejukkan hati.

Memasuki acara inti,
Ketua STIQ Amuntai, Dr. H. Abdul Hasib Salim, M.AP, menyampaikan sambutan
sekaligus membuka secara resmi kegiatan pengajian rutin bulanan tersebut. Dalam
sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan
yang menjadi salah satu program pembinaan karakter dan spiritual di lingkungan
STIQ 
Amuntai. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah
meluangkan waktu untuk hadir serta kepada narasumber yang berkenan berbagi ilmu
dan pengalaman. Menurut beliau, kegiatan pengajian rutin merupakan bagian
penting dari upaya membentuk insan akademik yang tidak hanya unggul dalam
bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kedalaman
spiritual. Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara
istiqamah sehingga memberikan manfaat yang luas bagi seluruh sivitas akademika
maupun masyarakat.

Setelah sambutan
Ketua STIQ 
Amuntai, acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH.
Fahruddin Nur (Guru Tungkal)
. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan pesan
yang sangat penting mengenai anjuran untuk
menjaga lima perkara sebelum
datang lima perkara
, sebagaimana yang diajarkan dalam hadis Nabi Muhammad
saw. Beliau menjelaskan bahwa setiap manusia hendaknya memanfaatkan berbagai
nikmat yang diberikan Allah sebelum datang keadaan yang dapat menghalangi
seseorang untuk beramal dan beribadah.

Lima perkara
tersebut adalah masa muda sebelum datang masa tua, sehat sebelum sakit, kaya
sebelum miskin, waktu luang sebelum datang waktu sibuk, dan hidup sebelum
datang kematian
. Menurut beliau, kelima nikmat tersebut sering kali tidak
disadari keberadaannya hingga akhirnya hilang. Oleh karena itu, setiap muslim
hendaknya memanfaatkan masa muda untuk menuntut ilmu, beribadah, dan melakukan
berbagai amal kebajikan. Demikian pula kesehatan merupakan nikmat besar yang
harus digunakan untuk memperbanyak ibadah dan aktivitas yang bermanfaat sebelum
datang sakit yang membatasi kemampuan seseorang.

Selain itu, beliau
juga mengingatkan pentingnya menggunakan harta yang dimiliki di jalan yang
diridhai Allah sebelum datang masa kesulitan ekonomi. Waktu luang pun harus
dimanfaatkan untuk hal-hal yang bernilai ibadah dan produktif, bukan dihabiskan
untuk kegiatan yang sia-sia. Terakhir, beliau menegaskan bahwa kehidupan di
dunia hanyalah sementara. Oleh sebab itu, setiap manusia harus mempersiapkan
bekal amal saleh sebelum datang kematian yang tidak diketahui waktunya.
Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana, diselingi
kisah-kisah inspiratif serta nasihat yang menyentuh hati sehingga mudah
dipahami oleh seluruh peserta.

Suasana pengajian
berlangsung penuh perhatian. Para peserta tampak antusias menyimak setiap
materi yang disampaikan. Sesekali terdengar ungkapan takbir dan kalimat Masya
Allah
sebagai bentuk kekaguman atas hikmah yang disampaikan oleh
narasumber. Tausiah tersebut tidak hanya memberikan tambahan wawasan keagamaan,
tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh hadirin untuk senantiasa memperbaiki
diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memanfaatkan setiap kesempatan yang
Allah berikan untuk berbuat kebaikan.

Melalui kegiatan
pengajian rutin bulanan ini, STIQ Amuntai kembali menegaskan komitmennya dalam
membangun lingkungan akademik yang religius, berakhlak mulia, dan berlandaskan
nilai-nilai Al-Qur’an serta sunnah Rasulullah saw. Kehadiran KH. Fahruddin Nur
(Guru Tungkal) memberikan motivasi dan semangat baru bagi seluruh peserta untuk
menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana, memanfaatkan setiap nikmat yang
dimiliki sebaik-baiknya, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus menjadi sarana pembinaan spiritual
yang memberikan dampak positif bagi sivitas akademika STIQ 
Amuntai maupun masyarakat
luas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *