Sebanyak
kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari orang tua, guru, dan masyarakat umum
mengikuti Seminar Parenting Qurani yang bertema “Islamic Hypnoparenting:
Membangun Komunikasi Orang Tua dan Anak” yang diselenggarakan di Gedung
Sarabakawa SMKN Banua Lawas, Tabalong, pada Ahad, 24 Mei 2026, pukul
08.00–12.00 WITA.
Kegiatan
ini menghadirkan Dr. Ahmad Rifa’I, M.Pd.I, C.Ht., C.NNLP sebagai narasumber.
Seminar diselenggarakan sebagai upaya membantu para orang tua memahami seni
berkomunikasi dengan anak agar pesan yang disampaikan dapat didengar, dipahami,
serta menumbuhkan hubungan yang penuh kasih sayang dalam keluarga.
Dalam
penyampaian materinya, Dr. Ahmad Rifa’i mengajak para peserta untuk
merefleksikan berbagai persoalan yang sering muncul dalam pola pengasuhan masa
kini. Berbagai fenomena seperti anak yang sulit dinasihati, kurang terbuka
kepada orang tua, hingga kecanduan penggunaan telepon genggam menjadi topik
yang mendapat perhatian khusus selama seminar berlangsung.
Suasana
seminar berlangsung khidmat dan interaktif. Para peserta diajak memahami bahwa
keberhasilan pengasuhan tidak hanya bergantung pada apa yang disampaikan kepada
anak, tetapi juga pada cara berkomunikasi yang mampu menyentuh pikiran dan
perasaan anak. Melalui pendekatan Islamic Hypnoparenting, peserta memperoleh
wawasan mengenai pentingnya penggunaan bahasa yang positif, penuh kasih sayang,
dan sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an dalam mendidik anak.
Pada
sesi inti, narasumber membagikan berbagai pengalaman nyata yang diperoleh
selama menangani kasus-kasus hypnotherapy yang berkaitan dengan pola asuh dan
hubungan orang tua dengan anak. Kisah-kisah tersebut memberikan gambaran kepada
peserta mengenai dampak komunikasi yang kurang tepat serta pentingnya membangun
ikatan emosional yang sehat dalam keluarga.
Selain
itu, peserta juga mendapatkan berbagai tips praktis yang dapat diterapkan
secara langsung di rumah. Teknik-teknik sederhana dalam berkomunikasi dengan
anak, membangun kedekatan emosional, serta memberikan sugesti positif kepada
anak disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga dapat dipraktikkan
oleh para orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelang
akhir kegiatan, seminar ditutup dengan sesi renungan dan muhasabah orang tua.
Dalam suasana yang penuh haru, para peserta diajak mengevaluasi kembali peran
dan tanggung jawab mereka dalam mendidik anak, serta memperkuat komitmen untuk
menjadi orang tua yang lebih sabar, bijaksana, dan penuh kasih sayang.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan para orang tua dan pendidik dapat semakin memahami
pentingnya komunikasi yang efektif dan bernilai Islami dalam membangun generasi
yang berakhlak mulia, percaya diri, serta memiliki hubungan yang harmonis
dengan keluarga.

