IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA MADRASAH TSANAWIYYAH PENYUSUNAN TUJUAN PELAJARAN (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Oleh: Dr. Ade Destri Deviana, M.Pd.I

 

Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No 347 Tahun 2022
mengenai Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah yang memuat
ketetapan mengenai Standar Komptensi Kelulusan (SKL), Standar Isi (SI),
Struktur Kurikulum, Proses Pembelajaran di Madrasah, Implementasi Kurikulum Merdeka
(IKM) pada Madrasah, P5 pada Madrasah, Kurikulum Operasional Madrasah,
Sosialisasi dan Pendampingan IKM pada Madrasah, Monitoring dan Evaluasi
Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Pada Madrasah.

Mengenai ini, maka bimbingan dan pelatihan pun diperlukan. Sehingga
diadakanlah kegiatan Implementasi Kurikulum Merdeka pada hari Senin, 04
september 2023 di Pondok Pesantren Darul Inabah, Banua Asam Kecamatan Pandawan
Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Tingkat Madrasah Tsanawiyyah
Kabupaten Hulu Sungai Tengan Kelompok A oleh Pengembangan Keprofesian
Berkelsnjutan (PKB) Madrasah Reform Kementerian Agama 2023.

IKM di madrasah ada 2 aspek penting yaitu: (1) Profil pelajar
pancasila yang meliputi 6 aspek yaitu: (a) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, (b) berkebinekaan global, (c) mandiri, (d) bergotong
royong, (e) bernalar kritis, dan (f) kreatif; serta (2) Profil Pelajar Rahmatan
Lil alamin
yang meliputi  10 aspek nilai-nilai
moderasi yaitu: (a) berkeadaban, (b) keteladanan, (c) kewarganegaraan dan
kebangsaan, (d) mengambil jalan tengah, (e) berimbang, (f) lurus dengan tegas,
(g) kesetaraan, (h) musyawarah, (i) toleransi, dan (j) dinamis dan inovatif.

IKM di madrasah juga memuat pelaksanaan capaian pembelajaran
(CP)  pada tiap fasenya dengan proses
pembelajaran yang bermakna, berdiferensiasi, dan penggunaan materi konten
lokal. Fase A untuk kelas 1 dan 2 tingkat MI, Fase B untuk kelas 3 dan 4
tingkat MI,  Fase C untuk kelas 5 dan 6
tingkat MI, Fase D untuk kelas 7, 8, dan 9 tingkat MTs, Fase E untuk kelas 10
tingkat MA, Fase F untuk kelas 11 dan 12 tingkat MA. CP yang telah ditetapkan
akan dimodifikasi oleh guru (tim guru) menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa yang
didiagnosa melalui asesmen awal (asesmen diagnostik).

Struktur kurikulum lainnya selain intrakurikuler dan
ekstrakurikuler, terdapat program pembelajaran berbasis projek yang ditujukan
sebagai penguatan profil pelajar pancasila (P5) yang dilaksanakan secara
kolaborasi dengan tim guru yang berbeda mata pelajaran (mapel), jam
pelakasanaan P5 diluar jam pelajaran (JP) intrakurikuler (mapel) dan jumlah JP
telah ditetapkan pada SK Kementerian. P5 memiliki 7 tema yaitu: (1) Gaya Hidup
Berkelanjutan, (2) Kearifan Lokal, (3) Bhinneka Tunggal Ika, (4) Bangunlah Jiwa
dan Raganya, (5) Suara Demokrasi, (6) Berekayasa dan Berteknologi untuk
Membangun NKRI, dan (7) Kewirausahaan.

      Kegiatan
ini membahas tuntas mengenai cara penyusunan CP dan ATP yang sesuai dengan
karakteristik sekolah terutama kondisi siswa dan lingkungan sekitar. CP suatu
mata pelajaran memiliki beberapa elemen atau kelompok kompetensi esensial yang
berlaku sama untuk semua fase pada mata pelajaran tersebut. Masing-masing
elemen tersebut memiliki capaian per fasenya sendiri yang saling menunjang
untuk mencapai pemahaman yang dituju.
penyusunan
CP menggunakan pendekatan konstruktivisme yang membangun pengetahuan dan
berdasarkan pengalaman nyata dan kontekstual. Menurut teori belajar
konstruktivisme (constructivist learning theory), pengetahuan bukanlah kumpulan
atau seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah untuk diingat.
Setiap satuan pendidikan diberikan keleluasaan
untuk menentukan Kurikulum Operasional Sekolah, Tujuan Pembelajaran dan Alur
Tujuan Pembelajaran, dan Modul Ajar berdasarkan CP. dengan mempertimbangkan
kekhasan, potensi, dan konteks sekolah, serta kemampuan siswa dan gurunya.  Perumusan TP melalui Kalimat CP. Alur
Perumusan TP yaitu: (1) Rumusan TP mengacu pada kompetensi dan konten pada CP;
(2) Rumusan kalimat TP dapat mengambil referensi dari berbagai sumber atau catatan
penting dan kepala sekolah atau guru mampu memahami kalimat tersebut; (3) Identifikasi
dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dapat terkait dengan kompetensi yang
ingin dicapai. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *